Kegiatan

Elemen Kemandirian Desa

Sejak adanya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa), kemandirian desa merupakan salah tujuan penting dalam mengimplementasikan aturan tersebut. Melalui UU Desa, negara memberikan pengakuan dan kepastian hukum bagi keberadaan desa. Asas rekognisi sebagai bentuk pengakuan hak asal usul, dan asas subsidiaritas yang mengakui kewenangan di desa.

Terdapat empat elemen yang selama ini ada, tetapi belum berfungsi maksimal.

Elemen pertama, yaitu pemerintahan desa (Pemdes dan BPD) yang mempunyai fungsi sebagai penyelenggara pemerintah desa dan legislator, elemen yang pertama ini semenjak adanya Dana Desa sudah cukup aktif menjalankan sebagian perannya, walaupun masih belum maksimal, Dana Desa sdh terbukti mampu mempengaruhi peningkatan kesejahteraan elemen ini.

Elemen kedua, adalah LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa) dan LAD (Lembaga Adat Desa), LKD terdiri dari 5 lembaga yang diakui dalam Undang-undang, terdiri RT/RW, PKK, LPMD, Karang Taruna, dan Posyandu, sesuai permendagri 18/2018, elemen kedua ini belum benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya, pun dengan peningkatan kesejahteraan anggotanya yang belum terlihat significant seperti elemen yang pertama, mereka dengan segala keterbatasan baik itu pendapatan dan kapasitas sebagai lembaga belum mampu berbuat banyak di desa, meskipun keterlibatan dalam pengambilan keputusan sudah baik, namun belum menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat desa.

Elemen ketiga, adalah kelompok-kelompok masyarakat, elemen ketiga ini adalah adalah sasaran utama Dana Desa, dimana dengan adanya bantuan-bantuan stimulan melalui peningkatan SDM, bantuan modal/alat, dan bantuan pendampingan diharapkan mampu mensejahterakan anggotanya, jika kita melihat saat ini, bukan tidak ada sama sekali yang dilakukan pemerintahan desa dalam upayanya mensejahterakan kelompok-kelompok masyarakat, namun sebagian besar masih bertumpu pada pemberian bantuan langsung berupa modal/bahan, belum bertumpu pada peningkatan SDM nya, dan pendampingan kelompok, sementara itu desa-desa di indonesia yang didominasi status sangat tertinggal dan tertinggal, masih berorientasi pada pembangunan infrastruktur yang memang sangat diperlukan, namun dgn berjalannya dana desa empat tahun terakhir ini, seharusnya sebagian desa berstatus sangat tertinggal dan tertinggal ini mulai beralih memikirkan pembangunan SDM dan Peningkatan Ekonomi masyarakat dan desa yang dapat terukur dari peningkatan jumlah pendapatan perkapita masyarakat desa dan jumlah PAD setiap tahunnya.

Elemen keempat adalah elemen masyarakat tak berkelompok (individual), elemen ini di dominasi RTM, masyarakat Marginal dan masyarakat difabel, elemen ini kurang terlibat aktif dalam pengambilan keputusan, namun sudah sedikit merasakan dampak dengan adanya Dana Desa, Akan tetapi peran elemen ini untuk terlibat lgsg dalam pembangunan desa masih sangat rendah, peran Pemerintahan Desa, LKD/LAD, kelompok-kelompok masyarakat dalam mengajak mereka terlibat langsung dalam pembangunan desa menjadi sangat penting.

Dibutuhkan kesadaran dari semua elemen agar dapat mencapai tujuan bersama yaitu menjadikan desa mandiri dan masyarakat sejahtera, saat ini hanya elemen pertama yang berjuang mati-matian ingin memandirikan desa, tentu saja hal itu sangat tidak mungkin tanpa ada dukungan dari elemen-elemen lainnya, sementara Pendamping Desa yang berperan sentral memfungaikan keempat elemen tersebut masih sangat terbatas jumlahnya dengan beban pekerjaan yang sangat berat, pendamping desa selama ini masih berkutat 80 % di Pemerintahan Desa, 10 % di LKD/LAD, 7% di kelompok masyarakat, dan 3% di Masyarakat tak berkelompok, hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak.

Bapak Risharyudi Triwibowo (tengah) bersama Ketua Umum Sahabat Desa Nusantara, A. Yani Budi Santoso (kanan)

Untuk itu, kami bersama para penggiat desa di bawah arahan Staf Khusus Menteri Desa Bapak Risharyudi Triwibowo, berinisiatif untuk membentuk satu lembaga yang diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan di atas, Lembaga Sahabat Desa Nusantara yang keanggotaanya teridiri dari semua unsur pelaku di desa diharapkan mampu melakukan akselerasi dalam rangka menggerakkan seluruh komponen dan elemen yang ada di desa.

Terakhir, kami atas nama Sahabat Desa Nusantara mengajak kepada para penggiat desa dan orang-orang yang peduli terhadap desa di nusantara ini untuk bergabung bersama kami, menjadi dan mengambil bagian dalam Mewujudkan Desa Mandiri, dan Mewujudkan Masyarakat Desa Sejahtera.

About the author

root

Add Comment

Click here to post a comment