Daerah Kegiatan

Penyerahan Bantuan Mesin RMU di Desa Laantula Jaya

Kementrian Desa PDTT melalui Staf Khusus Menteri Desa Bapak Risharyudi Triwibowo serahkan bantuan mesin Rice Milling Unit (RMU) kepada Desa Laantula Jaya Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kunjungannya, Kamis (21/2) Mas Bowo, sapaan akrab beliau, menyampaikan pesan dari Menteri Desa PDTT bahwa warga desa adalah keluarga besar Kementrian Desa.

Seperti diketahui bersama, Kementrian Desa memiliki empat program prioritas yaitu produk unggulan desa (Prukades), BUMDes, embung Desa, dan sarana olahraga desa (Saraga Desa). Dengan adanya bantuan mesin RMU ini diharapkan agar masyarakat Laantuna Jaya dapat mengembangkan potensi desanya, misalnya di kabupaten Tojo Una-una yang mempunyai produk unggulan jagung, serta dapat menambah pendapatan asli desa (PAD) melalui pengelolaan BUMDes.

Mas Bowo menyerahkan secara simbolis mesin RMU kepada Kades Laatuna Jaya

Kepala Desa Laantuna Jaya, Adiyono mengatakan bahwa “mesin RMU ini sangat dibutuhkan di desa Laantuna Jaya yang berpenduduk 3.900-an jiwa, 1.047 KK, dan terdiri dari etnis Jawa, Bali, Lombok, dan Bugis.”

Dalam sambutannya, Mas Bowo menyampaikan agar mesin RMU yang dikelola BUMDes ini harus menggunakan sistem profit oriented berbasis sosial dan pemberdayaan, artinya meskipun mengejar profit tapi tetap mengutamakan dan mengedepankan sosial, dalam hal biaya bisa disepakati bersama warga.

Lebih lanjut Mas Bowo menyampaikan agar desa mampu memaksimalkan pemanfaatan Dana Desa yang semakin meningkat. Desa Laantuna Jaya dapat memanfaatkan potensi air yang ada dan dikembangkan menggunakan Dana Desa, misalnya dengan dengan membuat produksi air kemasan, dan sebagainya. Dengan kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah, desa dapat memasarkannya produknya ke seluruh desa dan kota. Suatu misal, dalam setiap kegiatan, rapat, dan lain-lain sudah menggunakan air mineral produksi desa Laantuna Jaya.

Mas Bowo sangat berharap agar ada minimal satu desa yang BUMDes-nya berhasil, sebab hingga saat ini belum satupun BUMDes di Sulawesi Tengah yang mempunyai pendapatan lebih dari 1 Milyar/tahun. Mas Bowo mencontohkan Desa Ponggok yang telah berhasil mengelola dan mengembangkan potensi desanya hingga menghasilkan milyaran rupiah pertahunnya, dan juga desa-desa lainnya yang pendapatannya ada yang 1 M/tahun, 13 M/tahun, bahkan sampai 35 M/tahun.

Mas Bowo saat berbincang dengan warga

“Ayo bersama-sama kembangkan BUMDes, agar bisa menjadi BUMDes pertama di Sulawesi Tengah, yang bisa menjadi percontohan dalam hal pendapatan asli desa pertahun” ajak Mas Bowo.

Di akhir sambutannya, Mas Bowo mengajak warga masyarakat agar sadar hukum, taat hukun melalui paralegal, mempersiapkan generasi muda yang produktif, dan memeperhatikan pendidikan sejak dini. (my)