Daerah Kegiatan

Sarasehan Motivator ASI Dalam Rangka Penurunan Stunting di Jombang

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, senin (25/2) mengadakan Sarasehan Motivator ASI dalam rangka untuk menurunkan Stunting di Kabupaten Jombang. Acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab ini mengadirkan tiga narasumber, dr. Retno Wulandari, Sp.A. salah satu Dokter di RSUD Jombang, Sri Wahyuningsih, M.Gz. Fasilitator Konseling Muenyusui, Moch. Muchlis, S.Ag. Koordinator Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Jombang bidang Pelayanan Sosial Dasar.

Prioritas Penggunaan Dana Desa adalah pilihan kegiatan yang didahulukan dan diutamakan dari pilihan kegiatan lain untuk dibiayai dengan Dana Desa. Dalam Permendes Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 adalah Pencegahan Anak Kerdil (STUNTING). Stunting menjadi isu prioritas dan fokus pemerintahan Jokowi. Sejumlah upaya sudah dilakukan untuk menanggulanginya. Misalnya, melaksanakan program padat karya tunai dengan prioritas di 1.000 desa di 100 kabupaten/ kota dengan prevalensi stunting tinggi sejak awal 2018 hingga 2019.

Kabupaten Jombang telah memiliki Perda No. 2 Tahun 2015 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Pertumbuhan anak yang diberi ASI Eksklusif akan lebih baik sehingga terhindar dari Stunting/Pendek, gizi kurang dan gizi buruk. Dengan ASI Eksklusif bayi mendapatkan kolostrum yaitu berupa cairan emas yang kaya akan antibodi dan sangat penting untuk pertumbuhan yang sangat dibutuhkan bayi, dapat dilakukan dengan mengupayakan bayi menyusu secara dini. ASI jika dikonsumsi bayi dapat menambah kadar DHA (DocosahexaenoicAcid) dalam otak. ASI mengandung banyak sekali DHA dan zat kebal yang mencegah infeksi atau penyakit pada bayi. Perkembangan otak bayi akan semakin baik apabila bayi semakin banyak meminum ASI.

Mempertimbangkan keungulan ASI tersebut, WHO/UNICEF (2002) dalam dokumen Global Strategy for Infant and Young Child Feeding (IYCF) merekomendasikan pola pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak sampai usia dua tahun adalah : 1.Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam 1 jam setelah lahir, 2. Menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai umur 6 bulan, 3. Mulai memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi sejak bayi berusia 6 bulan, 4. Meneruskan menyusui sampai anak berusia 24 bulan.

Ibu yang baru melahirkan perlu di motivasi dan didorong untuk meningkatkan rasa percaya dirinya agar mau menyusui bayinya. Upaya ini perlu didukung oleh masyarakat melalui KP-ASI (Kelompok Pendukung ASI). Motivasi seorang ibu sangat menentukan dalam pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Dorongan dan dukungan dari pemerintah, petugas kesehatan, masyarakat, dan dukungan keluarga menjadi penentu timbulnya motivasi ibu dalam menyusui. Kegiatan kelompok pendukung ASI salah satu cara untuk memotivasi ibu agar menyusui bayinya dan wadah bagi ibu untuk saling bertukar pengalaman dalam memberikan makanan pada bayi dan anaknya. Kader pemberdayaan masyarakat desa dan pendamping lokal desa bisa ikut berperan aktif dalam mendampingi kegiatan kelompok pendukung ASI dan ikut memperjuangkan dana untuk keberlangsungan kegiatan tersebut. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Sarasehan Motivator ASI pada kader pemberdayaan masyarakat desa dan pendamping lokal desa.

Secara umum, kegiatan ini diharapkan agar menurunkan Stunting, Gizi kurang dan Gizi Buruk di Kabupaten Jombang dengan pemberian ASI Eksklusif. Lebih spesifik kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi ibu yang menyusui untuk memberikan ASI Eksklusif, meningkatkan cakupan pemberian ASI terutama ASI Eksklusif, memperbaiki status gizi bayi dan balita dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di masa mendatang, serta mempertahankan dan mengembangkan kegiatan KP-ASI, yang selanjutnya mendapatkan Dana dari Desa untuk Kegiatan KP- ASI.(my)