Daerah

Kecamatan Randuagung Optimalkan Dana Desa untuk Cegah Stunting

Kamis (28/2) diadakan Rapat Koordinasi lintas sektor di Kecamatan Randuagung Lumajang Jawa Timur, acara yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan tersebut dihadiri oleh Kader Posyandu Gerakan Membangun Masyarakat Sehat Siaga (Gerbanmas Siaga) bersama Tim Penggerak PKK se-Kecamatan.

Dalam forum koordinasi yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum’at (28 Februari – 01 Maret) tersebut bertindak sebagai narasumber Camat Randuagung, Kepala Puskesmas Randuagung, Kepala Puskesmas Tunjung, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Pendamping Desa.

Dana Desa yang di gulirkan pada masing-masing Posyandu Gerbangmas Siaga pada masing-masing desa sebesar 10 juta rupiah pada tahun 2019 diharapkan dapat dipergunakan sebagai intervensi dalam pencegahan stunting.

dr. Beryl Rachmawati, Kepala Puskesmas Randuagung menegasakan bahwa Gerbangmas yang sudah dicanagkan sejak tahun 2011 dengan mengusung 16 Indikator keberhasilan juga merupakan salah satu upaya pencegahan stunting.

“Berbagai upaya dan inovasi sudah kami lakukan bersama kader dan pemerintah desa dalam pencegahan stunting ini, akan tetapi kami mengalami beberapa kendala diantaranya adalah faktor pembiayaan kegiatan dan insentif kader yang masih minim dan semoga dengan adanaya kucuran dana melalui Dana Desa tahun 2019 akan lebih otimal” ujar dr. Beryl.

Pemerintah Kabupaten Lumajang begitu intens saat ini dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat khususnya di Kecamatan Randuagung.

Hal itu sudah dibuktikan dengan adanya beberapa desa yang sudah mendeklarasikan diri sebagai desa yang bebas ODF (Open Defecation Free) atau buang air besar sembarangan.

Untuk mewujudkan keberhasilan program Gerbangmas Siaga dalam pencegahan stunting, tentunya harus diawali dengan tahapan pemetaan sosial dan penentuan sasaran pada 1000 Hari Pertma Kehidupan (HPK) melalui survey mawas diri yang dilakukan kader secara berjenjang pada tiap Kepala Keluarga.


Abdul Basar, SH. selaku Camat Randuagung menganjurkan kepad Kader Posyandu agar melibatkan RT/RW dan Kepala Dusun dalam kegiatannya.

“RT/RW dan Kepala Dusun sudah mendapatkan gaji dari pemerintah, jadi sudah selayaknya mereka juga bersinergi bersama untuk mewujudkan Lumajang Sehat” ungkapnya.

“Usia Gerbangmas Siaga sudah berusia 8 Tahun, seharusnya pada usia ini sudah mandiri dan tidak hanaya jalan ditempat. Artinya ada suatu hambatan yang harus dikomunikasikan secara intensif sebagaimana kegiatan pada hari ini” ujar Lamini, PLKB Kecamatan Randuagung.

M. Fawaid Jazuli, Pendamping Desa Kecamatan Randuagung yang juga merupakan salah satu narasumber pada kegiatan tersebut menekankan bahwa Kader Posyandu merupakan elemen penting dalam pembangunan manusia untuk mewujudkan generasi emas bangsa dimasa yang akan datang.

“Kader posyandu seharusnya juga turut aktif dan terlibat dalam forum musyawarah desa, dengan harapan semua usulan kegiatan dapat terakomodir dan terdanai melalui anggaran desa dalam APBDesa” ujarnya.

Posyandu juga harus berinovasi dengan menghadirkan suasana menyenangkan dan ramah dalam kegiatan posyandu, sehingga ibu hamil mapun balita sebagai sasaran mempunyai antusiasme tinggi untuk hadir.

“Dana sudah ada, gunakanlah dengan baik berdasarkan prioritas masing-masing Gerbangmas Siaga, segera inventarisir peralatan yang tidak layak fungsi, dan jangan ada lagi alat timbang balita yang membahayakan lebih-lebih hanya digantungkan dengan seutas tali pada sebatang pohon” ujar Fawaid. (my)

Sumber: kimnambi.com

About the author

root

Add Comment

Click here to post a comment