Daerah Kegiatan Publikasi

Menteri Desa di Malang, Beri Rp 1,5 Miliar Kepada Desa Palaan

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memuji langkah Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) dalam pengawalan akademisi terhadap pola pembangunan dan pendampingan dana desa.

Eko Putro Sandjojo menjelaskan pihaknya akan memberi insentif khusus kepada Desa Palaan, Kecamatan Ngajum sebesar Rp 1,5 miliar.

Alasan yang membuat pihak kementrian memberi dana kepada Desa Palaan adalah karena alasan pengawalan dari pihak universitas yang dinilai baik sejauh ini.

“Saya menilai Desa Palaan bisa menjadi percontohan bagi yang lain.”

“Kami salurkan Rp 1,5 miliar itu melalui program DID (dana insentif daerah),” terang Eko di Hall KH Moch Said, Unira, Kamis (7/3/2019).

“Tiap desa memang kebutuhannya berbeda-beda ya.  Namun selama 4 tahun ini sudah banyak bangun infrastruktur jadi mulai tahun ini harus sudah mulai pengembangan di sektor pemberdayaan ekonomi,” tuturnya.

Eko cukup puas dengan serapa Dana Desa(DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Malang.

“Menurut saya, sudah sempurna dengan serapan 99 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Unira Hasan Abadi menerangkan Desa Palaan Ngajum, memang dijadikan sebagai laboratorium studi.

Laboratorium tersebut dimaksudkan dalam hal praktik keilmuan. Sehingga mahasiswa Unira langsung terjun ke desa untuk menjawab persoalan yang ada didesa tersebut.

“Total luasnya sekarang 550 hektare yang sudah kami Jadikan laboratorium,” ujar Hasan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji menegaskan pihaknya akan segera merancang rencana kerja.

Perancangan ini sebagai tindak lanjut terkait dengan insentif yang akan digelontor oleh Kemendes  PDTT.

Suwadji menjelaskan selain Desa Palaan, ada tiga desa di Kabupaten Malang yang juga sudah mendapatkan bantuan program dari pusat. Yakni, Desa Pujon Kidul, Desa Sanankerto, dan Desa Sukodono.

Bantuan tersebut diakui Suwadji untuk difokuskan bagi pengembangan BUMDes.

Seperti pengembangan wisata untuk Desa Sanankerto, pemberdayaan petani kopi di Desa Sukodono, dan pengembangan Kafe Sawah untuk Desa Pujon Kidul.

“Kami segera identifikasi dan rencanakan kebutuhan apa saja yang paling dibutuhkan desa,” kata Suwadji. (my)

Sumber: suryamalang.com

About the author

root

Add Comment

Click here to post a comment