Daerah Produk Desa Publikasi

Tradisi Sedekah Desa, Wonosalam Gelar Tumpengan Manggis

Wonosalam memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi penggila buah-buahan. Selain buah durian yang sudah dikenal, baik di daerah sekitar bahkan hingga luar wilayah JawaTimur.

Sekarang, salah satu Desa yang berada di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, menggelar agenda sedekah desa yang dinamakan ‘Tumpengan Manggis’. Agenda ini pun di gelar pada, Minggu 24/03/19.

Kepala Desa Jarak, Agus Darminto menuturkan, agenda ini diselenggarakan lantaran buah manggis merupakan komoditi unggulan Desa Jarak. Ini juga merupakan bentuk ungkapan rasa syukur karena panen yang melimpah.

“Desa kami mempunyai potensi buah manggis yang luar biasa. Saat ini para petani lebih fokus ke buah manggis, sebab penghasilannya sangat bagus,” ucapnya.

Selain sedekah, lanjut Agus, tujuan utama lainnya yakni untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, serta memperkenalkan daya tarik wisata yang ada di Kecamatan Wonosalam.

“Kami ingin meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Sebab dengan diadakannya tumpengan ini, maka komoditi unggulan kami (buah manggis) bisa lebih dikenal oleh masyarakat bukan hanya di daerah sekitar saja. Serta bertujuan untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Wonosalam,” imbuhnya.

“Tumpengan manggis ini kita memakai sebanyak 2019 kilo gram buah manggis atau sebanyak 2 ton lebih,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Wonosalam, Samsul Huda menegaskan, tak hanya buah manggis saja yang disuguhkan secara gratis. Tetapi ada minuman kopi dan minum susu gratis.

“Bukan buah manggis saja yang gratis, namun kami juga menyuguhkan minum kopi serta susu gratis. Karena Wonosalam juga sebagai penghasil kopi jenis ekselsa, sedangkan untuk susunya asli dari sapi perah yang juga merupakan unggulan kami,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kedepannya kami akan mendorong agar masyarakat bisa membududayakan semua potensi – potensi yang ada di Kecamatan Wonosalam.

“Kami berharap kedepannya masyarakat mampu meningkatkan kualitas tata cara bertani, supaya bisa menghasilkan hasil panen yang lebih berkualitas,” imbuhnya.

Agenda Tumpengan Manggis pun di ikuti oleh tujuh dusun yang ada di Desa Jarak. Tiap dusun menyuguhkan buah manggis yang di tata menyerupai tumpeng kecil dengan bentuk yang sangat unik. Ada yang ditata menyerupai tropy dan sebagainya.

Tumpeng kecil diarak oleh warga dari balai desa menuju lapangan Desa Jarak dengan di pikul sejumlah orang. Serta di ikuti oleh beberapa drum band dari daerah sekitar, dan seratus tari barong.

Ribuan warga dari daerah sekitar maupun luar daerah tumpah ruah memadati lapangan tersebut. Usai dibacakannya Do’a, selanjutnya warga berebut gunungan tumpeng raksasa yang tingginya mencapai 3 meter.

Saling dorong dan terjatuh akhirnya tak bisa dihindari. Namun begitu warga yang hadir terlihat senang sebab bisa mendapatkan buah manggis gratis. (my)

sumber: kabarjatim.com