Uncategorized

MENGENANG PAPA IDI

Sudah hampir satu bulan Bapak Drs. H. Idris Rachman Timumun berpulang ke rahmatullah, beliau adalah orang tua dari Bapak Risharyudi Triwibowo (Mas Bowo) Stafsus Menteri Desa yang juga Pembina Sahahabat Desa Nusantara.

Papa Idi, sebuah panggilan sayang untuk almarhum. Begitu banyak kenangan yang tak akan mungkin bisa terlupakan dalam benak Mas Bowo tentang Papa Idi, berkat nasehat, kasih sayang, dan tempaan beliaulah yang menjadikan Mas Bowo bisa sampai hari ini.

Hal itu terlihat jelas dalam twit sematan Mas Bowo di akun twitter pribadinya, sebagai kenangan yang mendalam merasuk dalam hati dan sanubari.

“kata bapak : keberhasilanmu di ukur dari berapa banyak kadermu yg jadi orang hebat di masa depan

kata saya : insyaAllah kader saya di masa depan akan lebih banyak yg hebat, seperti bapak hebatkan saya saat ini”

Api semangat berkobar dalam jiwa seorang putra pejuang bangsa, Papa Idi telah berhasil membentuk putra beliau menjadi generasi penerus yang peduli dan senatiasa memperjuangkan bangsanya.

“Diam tak bergeming saya mendengar menyimak, apa yang di katakan bapak, Hari ini semua kata” dan pesan itu menjadi Perisai dalam diri saya untuk SULAWESI TENGAH. ALFATIHA PAPA IDI.” Kenang Mas Bowo dalam status facebooknya.

Diawal sakitnya Papa Idi, Mas Bowo memiliki sebuah kenangan yang terdokumentasikan secara apik dan menjadi bukti bakti Mas Bowo kepada orang tuanya. Kenangan dimana Mas Bowo meminta Do’a dan Restu dari kedua orang tuanya untuk berjuang dan mengabdi pada bangsa dan negara tercinta.

 

Atas semua jasa dan amal baik Papa Idi, semoga Allah SWT. senantiasa memberikan rahmat dan nikamat di alam kubur beliau. Semoga pula Mas Bowo mampu meneruskan perjuangan Papa Idi. Aamiin..

Kepada para kadernya, Mas Bowo menasehati agar senantiasa menyayangi dan menghormati orang tua kita, mintalah do’a dan restu kepada mereka agar langkah hidup kita dimudahkan dan penuh keberhakan. Do’akan kedua orang tua kita, karena itulah yang membahagiakan mereka.

“Sayangi orang tua yang masih hidup, sebelum mereka berpulang dan yang akan tersisa di dalam hati hanyalah penyesalan…
Cukup sebuah ciuman di kaki bapak dan ibu, sebagai tanda ikhlas berbakti…
Maafkan saya jika orang tua sudah berpulang, do’a kan mereka selalu, do’a kan teruus, hanya itu yang mereka minta, karena terkadang dunia melalaikan kita dari terus mencintai orang tua yang telah tiada, mereka tidak butuh harta atau jabatan kita, hanya butuh doa dari anaknya. Ridha Allah, Ridha Orang Tua.” pesannya.

 

(my)