Daerah Pembanguan Publikasi

Dana Desa Harus Sesuai Aturan dan Tepat Sasaran, Kepala Desa Dihimbau Melibatkan Masyarakat

Selama 5 tahun ini, Dana Desa telah dikucurkan 257 Triliyun kepada 74.957 Desa di Indonesia, dan masyarakat desa sudah merasakan manfaat dana desa ini dengan sangat masif, baik untuk pembangunan infrastruktur dasar, pelayanan sosial dasar, peningkatan ekonomi masyarakat, sampai dengan pemberdayaan masyarakat desa, hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Desa Bapak Risharyudi Triwibowo (mas bowo) dalam kunjungan kepala-kepala desa dari sulawesi tengah di lantai 5 gedung Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, senin (1/4/19).

Terkait pengawasan dana desa menurutnya, Kemendes PDTT lebih mengedepankan pencegahan penyimpangan. Untuk menghindari penyimpangan tersebut, Kemendes PDTT membentuk Satgas dana desa yang dipimpin oleh Mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto.
“Jangan takut menggunakan Dana Desa, asal sesuai aturan dan tepat sasaran, manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan dan kemandirian Desa” tandasnya
Selain itu, Dana Desa juga sudah mampu menyelesaikan sebagian permasalahan yang ada di desa, salah satu contoh hadirnya lapangan pekerjaan baru di desa, membuat masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan dari dana desa,
“Dana Desa harus dilakukan dengan swakelola, jadi harus melibatkan sebanyak-banyak masyarakat dalam pembangunan desa, agar masyarakat selain dapat asas manfaat, juga bisa mendapatkan penghasilan berupa Harian Orang Kerja (HOK)”. Imbuhnya

Sistem Padat karya tunai, yang mengharuskan setiap pembangunan minimal 30% untuk Upah kerja / HOK, diharapkan mampu mengakomodir jutaan tenaga kerja di desa, dengan total Dana Desa 70 Triliyun pada tahun 2019, jika pembangunan desa mencapai angka 50% (35 T) dari total dana desa, maka 30% atau setara 10,5 Triliyunnya adalah untuk Upah tenaga kerja di desa, sehingga dengan bertambahnya pendapatan masyarakat di desa, perekonomian di desa juga bisa meningkat tajam, daya beli masyarakat juga meningkat, usaha-usaha kecil dan menengah juga mulai bergeliat di desa, seiring dengan pesatnya pembangunan di desa.

Terakhir mas bowo berpesan, agar kepala desa bisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa, karena mustahil desa bisa maju dan mandiri tanpa ada dukungan dari masyarakatnya. (ay)