Daerah Kegiatan Publikasi

Jokowi Puji Warga Kutuh yang Sulap Desa Miskin Jadi Kampung Bola Internasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi inisiatif warga Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali yang mengembangkan pariwisata berbasis olah raga menggunakan dana desa. Dari dana desa warga desa ini bisa mengumpulkan laba hingga belasan miliar.
“Ini yang merupakan yang salah satu bisa berhasil betul memanfaatkan dana desa itu untuk kesejahteraan masyarakat. Di desa di sini konsentrasinya di sport tourism misalnya menyewakan lapangan bola untuk latihan, untuk kompetisi internasional, untuk paralayang yang setahun bisa menghasilkan berapa tadi pak, Rp 800 juta, sehingga desa sendiri dapat memiliki revenue per tahun berapa pak, Rp 50 miliar coba bayangkan,” kata Jokowi di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (17/5/2019).

Jokowi mengatakan, Desa Kutuh ini mulanya dikenal sebagai salah satu desa miskin di Kabupaten Badung. Namun, ketika warga memutuskan untuk membangun lapangan bola, mereka akhirnya mendapat untung dari penyewaan lapangan tersebut.

“Konsentrasi sekarang masih baru mulai menyelesaikan persoalan dasar misalnya membangun lapangan itu kan belum diselesaikan ya diselesaikan, memiliki prospek yang bagus. Dulu ini desa miskin sekarang sudah keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Sandjojo. Eko mengatakan lapangan sepak bola ini sudah jadi langganan latihan pemain internasional. Dia optimistis pengembangan daerah wisata berbasis olah raga ini juga bisa menggairahkan bisnis wisata lainnya.

“Kampung bola ini di bangun oleh masyarakat Desa Kutuh dengan dana desa. Mereka juga sudah di-booked untuk beberapa International event karena di Badung ada semacam international football championship. Jadi diperkirakan setiap bulannya, dari lapangan bola ini akan mendapatkan Rp 7 milliar rupiah. Di samping homestay-homestay ini bisa dipakai, dan ibu-ibunya juga bisa jualan,” papar Eko.

Rencananya lapangan sepak bola ini bakal dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya. Diharapkan lapangan sepak bola yang dekat dengan obyek wisata Pantai Pandawa ini bisa berstandar internasional.

Kepala Desa Kutuh Wayan Purja mengakui selama sepuluh tahun belakangan daerahnya merupakan desa miskin. Dengan bantuan dana desa yang sudah diterima sebanyak lima kali sejak 2015 kini pembangunan desanya sudah mulai terlihat.

“Sudah 5 kali menerima desa dari 2015, Rp 3,5 miliar total. 10 tahun lalu daerah miskin sekarang bisa kerja,” ucapnya.

Berkat pembangunan lapangan sepak bola ini, warga desa bisa meraup keuntungan hingga Rp 14,7 miliar pada tahun lalu. Tahun depan, pembangunan sarana dan prasarana penunjang standar internasional bakal dibangun.

“Astungkara tahun kemarin kami mendapat laba Rp 14,7 miliar, maka Rp 5 miliar laba untuk percepat proses bangun kampung bola internasional. Mohon doa restu semoga bisa selesai sehingga bulan Agustus-Desember akan ada event pertandingan yang dikuti 12 negara, dan itu kerja sama dengan yayasan bola Bali semoga terwujud,” harap Bendesa Kutuh, Wayan Wena. (A1)

sumber: detik.com

About the author

root

Add Comment

Click here to post a comment