Kegiatan Publikasi

PID Mampu Menjawab Persoalan yang Dihadapi di Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi merancang Program Inovasi Desa untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas Desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target RPJM, dan program prioritas Kementerian Desa PDTT melalui peningkatkan produktivitas perdesaan, PID hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa.

Dikatakan Eko, hakikat dasar dan tujuan pelaksanaan PID adalah mendukung pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa), khususnya pengelolaan Dana Desa agar digunakan secara baik untuk kegiatan-kegiatan pembangunan yang kreatif dan inovatif, melalui proses pengelolaan pengetahuan dan pertukaran pengalaman antar desa.

“Proses ini bersentuhan langsung dengan hakikat program yang bergerak dalam ranah jiwa-raga desa, sebagai entitas bangunan nasional,” ujarnya, pada Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa dengan tema “Pengawasan Program Inovasi Desa dalam rangka meningkatkan efektivitas pemanfaatan Dana Desa” di Jakarta, Rabu – Jumat (3-5/72019).

Program inovasi desa yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 merupakan program kerjasama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Bank Dunia dalam rangka mendorong terciptanya kreativtas pada masyarakat desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Kreatvfitas yang diciptakan harus dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi di desanya yang terkait dengan infrastruktur, sumber daya manusia dan kewirausahaan desa sehingga terwujud kemandirian bagi masyarakat.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Staf Khusus Menteri Desa Risharyudi Triwibowo mengatakan, Kementerian Desa, PDTT telah melaksanakan Program Inovasi Desa (PID) dengan anggaran dari loan Bank Dunia, yang telah menjangkau seluruh Kabupaten di 33 Provinsi, kecuali DKI Jakarta.

“Program Inovasi Desa ini adalah program yang sangat bagus, karena dengan adanya program ini, desa-desa diharapkan mampu berkembang dan tumbuh dengan sentuhan inovasi dan kreativitas oleh desa baik dibidang infrastruktur, kewirausahaan dan pemberdayaan SDM dalam rangka pemanfaatan dana desa yang lebih optimal.”

Mas Bowo berharap partisipasi pelaku inovasi desa dalam pengendalian dan pengawasan dapat terus ditingkatkan baik oleh pelaku di kabupaten maupun kecamatan.

“Ya, kita semua berharap Pemerintah Daerah juga ikut ambil bagian dengan mengalokasikan Dana Operasional Kegiatan untuk keberlanjutan PID tahun 2020 nanti, agar desa-desa kita terus berinovasi” tutupnya.