Uncategorized

TAHUN 2020 DANA DESA NAIK 2,8%

Jakarta, 17 Agustus 2019

Menyikapi tentang kebijakan pemerintah dalam menentukan postur anggaran yang dibacakan Presiden Joko Widodo dalam nota keuangan 2020 kemarin di senayan (16/8/2019), Ahmad Yani Budi Santoso ketua umum Sahabat Desa Nusantara saat ditemui di ruang kerja menyampaikan sangat mengapresiasi kebijakan tersebut, dimana Pemerintah memastikan bakal memberi gaji tetap pada perangkat desa tahun depan. Alokasi itu masuk dalam anggaran dana desa sebesar Rp72 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Secara umum, anggaran dana desa tahun depan dipatok mencapai Rp72 triliun, atau kembali melonjak 2,8 persen dari anggaran dana desa 2019 sebesar Rp70 triliun. Imbuhnya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dalam pidatonya bahwa keputusan ini dibuat agar kinerja dari perangkat desa bisa meningkat. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat di desa-desa juga akan semakin berkualitas.
“Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penghasilan tetap perangkat desa agar kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan pemerintahan desa meningkat,” ungkap Jokowi, Jumat (16/8).

Khusus untuk dana desa, anggaran akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan potensi ekonomi desa, dan melahirkan pengusaha baru.

“Dana desa diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengusaha baru, sehingga produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat dipasarkan secara nasional, bahkan global, melalui marketplace,” ujar Jokowi.

Ia mengklaim dampak dari dana transfer ke daerah dan dana desa sudah mulai terlihat. Misalnya, tingkat kesenjangan di desa yang menurun.
Rasio Gini di desa sebelumnya berada di level 0,334. Namun, tahun ini turun menjadi 0,317.