Kegiatan

Sekjen Kemendes : Pendamping Lokal Desa (PLD) Penentu Maju Mundurnya Desa

Sambutan Sekjen Kementerian Desa PDTT RI pada Kegiatan Pelatihan Master Trainer Peningkatan Kapasitas PLD

Sekretaris Menteri Desa dan PDT RI Anwar Sanusi mengatakan Pendamping Lokal Desa (PLD) menjadi penentu maju mundurnya sebuah desa.

Karena itu, menurut Anwar, perlu melakukan kegiatan untuk memperkuat kapasitas PLD, karena PLD adalah penjaga garda terdepan pelaksanaan Undang-Undang Desa.

“Kita menyadari bahwa adanya transmisi, pergerakan informasi, dari Presiden, Menteri, Wamen, Sekjen, Dirjen, Direktur, sampai di PLD. Pada level PLD lah yang menjadi penentu akhir dalam melaksanakan semua informasi yang berasal dari Presiden sampai level bawahnya, ” ungkap Anwar, saat paparan materinya dalam kegiatan Pelatihan Master Trainer Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa, Jakarta, 28 Oktober- 1 November 2019.

Anwar menambahkan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan menjadi pelatih dalam rangka peningkatan kapasitas pendamping lokal desa.

Anwar menjelaskan, medan yang dihadapi 5 tahun kedepan lebih berat dari yang sudah dilampaui saat ini.

Banyak sekali modal pengetahuan, ketrampilan, dalam mendampingi masyarakat desa untuk mewujudkan desa menjadi tempat yang nyaman untuk masyarakat desa.

“Dalam sambutan iftitah Mendes, ada medan juang ke depan yang harus dipersiapkan ke depan, terutama menyaipan para pendamping desa yang setiap saat nanti berhadapan dengan masyarakat desa,” tegasnya.

Dia menyadari, pada awal kegiatan penguatan desa, pihaknya melepas ara pendamping desa dengan bekal ”senjata’ yang sangat terbatas.

“Saat itu, kita kasih pengetahuan dasar, langsung diterjunkan ke masyarakat. Dampaknya, masih banyak yang belum cepat direspon masyarakat secara cepat dan tepat,” ungkapnya.

Saat itu, lanjut Sesmen, mereka tidak memiliki bekal pengetahuan dalam mengelola dana yang cukup besar.

Bila dibandingkan dengan birokrasi. Apabila seseorang mendapatkan mandat dalam sebuah jabatan, ada pelatihan khusus yang harus diikuti. Namun, beda dengan PLD, siap terjun ke masyarakat.

Bagi Sesmen, para PLD adalah orang-orang yang luar biasa. Karena, hanya dengan modal nekat dan modal doa restu orang tua, sudah siap terjun di masyarakat.

“Karena ini adalah tugas dan tanggung jawab yang besar, maka dalam kondisi apapun para pendamping lokal desa selalu siap diterjunkan, dan siap berhadapan dengan masyarakat. Untuk itu saya minta, agar produk pelatihan ini dapat melatih para PLD, sehingga bisa menghasilkan para pendamping yang berkualitas, dan pada akhirnya bisa mewujudkan desa mandiri yang sejahtera,” pungkasnya. (Aaa)