Ketenagakerjaan Publikasi

WHO Ungkap Fakta Baru Penyebaran Covid-19, Risharyudi Triwibowo: Prioritaskan Protokol Kesehatan Terutama Di Tempat Kerja

JAKARTA, di sela kesibukannya saat bertemu di Kantor Kemnaker RI, Risharyudi Triwibowo Timumun pengusaha properti dan perhotelan asal Sulteng yang lahir besar di Sentani Papua ini sempat berikan informasi tentang beberapa negara yang lakukan riset pemantauan terhadap beberapa orang dan menemukan banyak kasus positif Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Selama ini, OTG dikhawatirkan menjadi sumber penularan bagi kelompok-kelompok rentan. Akan tetapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) justru mengungkap fakta baru. Orang-orang yang terinfeksi virus corona tetapi tidak menunjukkan gejala, tidak memicu penyebaran pandemi.

Mengutipnya pada laman yang ada dilansir dari New York Post, Selasa (9/6). Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO Dr. Maria Van Kerkhove, di Jenewa. Mengatakan “Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang bahwa orang yang asimptomatik (tanpa gejala) benar-benar menularkan ke individu sekunder (orang lain), ini sangat langka”.

“Kami memiliki sejumlah laporan dari negara-negara yang melakukan pelacakan kontak yang sangat rinci, Mereka mengikuti kasus tanpa gejala, mereka mengikuti kontak. Dan mereka tidak menemukan transmisi sekunder. Ini sangat jarang,” kata Maria Van Kerkhove.

Pejabat kesehatan memperingatkan sejak awal bahwa pembawa kasus asimptomatik dapat memicu penyebaran secara diam-diam. Maria Van Kerkhove mengakui bahwa memang benar penyebaran asimptomatik dapat terjadi, tapi itu bukan cara utama virus Corona menular.
Pemerintah setiap negara disarankan harus fokus pada upaya mereka dalam mendeteksi dan mengisolasi orang yang terinfeksi dengan gejala. Kemudian melacak siapa pun yang mungkin telah melakukan kontak dengan mereka.

“Yang benar-benar ingin kami fokuskan adalah mengikuti kasus simptomatik atau dengan gejala. Jika kita benar-benar mengikuti semua kasus simptomatik, mengisolasi kasus-kasus itu, mengikuti kontak dan mengkarantina kontak. Itu akan menjadi pengurangan transmisi yang drastis,” ungkap Maria Van Kerkhove.

Van Kerkhove menambahkan bahwa pihaknya masih berusaha untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari berbagai negara untuk benar-benar menjawab apakah virus dapat menyebar secara luas melalui OTG atau tidak sama sekali. Sebab yang paling utama justru harus fokus pada pasien yang sudah menunjukkan gejala.

Lebih lanjut Bowo Timumun yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PKB memberikan keterangan, “bahwa pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah kita sudah melakukan berbagai upaya menekan penyebaran Covid-19 ini, di era kenormalan baru atau New Normal kita berharap aktivitas semua sektor bisa kembali berjalan tetapi tetap mengutamakan protokol pencegahan covid, seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan gunakan sabun menjadi budaya baru yang diharuskan, sampai vaksin atau anti virus corona ditemukan dan dunia bisa menjadi normal as usual”.