Daerah Uncategorized

INDEKS DESA MEMBANGUN (IDM) 218 DESA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI, RESMI DITETAPKAN PEMDA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

 

Indeks Desa Membangun (IDM) diukur berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa. Demikian disampaikan Plt. Ka. Dinsos PMD Kabupaten Kuantan Singingi Drs. Nafisman.

Dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan yang berkelanjutan bagi pengentasan Desa Tertinggal dan peningkatan Desa Mandiri, maka diperlukan ketersediaan data dasar pembangunan Desa serta penetapan status kemajuan dan kemandirian Desa sebagaimana ketentuan Permendes PDTT-RI Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM), terang Nafisman.

Status kemajuan dan kemandirian Desa dijelaskan dengan klasifikasi yang diharapkan dapat memfasilitasi pemahaman tentang situasi dan kondisi Desa saat ini, serta bagaimana langkah kebijakan yang harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kehidupan Desa menjadi lebih maju dan mandiri.
“Ada target perencanaan status desa di Kabupaten Kuantan Singingi meningkat dibandingkan tahun lalu. Minimal dari status desa mandiri ada ditahun ini serta desa berkembang menjadi desa maju ada penambahan,”

Target kenaikan status desa tersebut selain didasarkan pada capaian prestasi tahun lalu, juga dikarenakan masifnya pembangunan di seluruh desa di Kabupaten Kuantan Singingi. Baik yang mempergunakan anggaran alokasi dana desa (ADD), dana desa (DD) Bantuan Keuangan (Bankeu) Propinsi, serta berbagai sumber pendapatan lainnya melaui PAD Desa.
Data Pengukuran Pemutakhiran IDM tahun 2020 ini kabupaten Kuantan Singingi, status IDM didominasi oleh desa berkembang yakni sejumlah 136 desa atau setara dengab 62,39 %.

Selanjutnya status IDM desa dapat dirinci: Desa Mandiri mengalami peningkatan dari 0 (nol) pada tahun 2019 menjadi 1 (satu) Desa di tahun 2020 yaitu desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, desa Maju juga mengalami peningkatan dari 10 (sepuluh) desa pada tahun 2019 menjadi 22 Desa pada tahun 2020. Selanjutnya status desa tertinggal berkurang dari sebelumnya 96 desa pada tahun 2019 menjadi 59 Desa, yang juga menggembirakan adalah pada tahun ini tidak ada lagi desa yang berstatus sangat tertinggal di Kabupaten Kuantan Singingi, dimana pada tahun 2019 yang lalu masih 4 desa menyandang status sangat tertinggal. demikian data status desa yang dibeberkan oleh Nafisman slaku Plt. Kadis Sos PMD.

Dengan angka-angka tersebut, DSPMD Kabupaten Kuantan Singingi memasang target adanya kenaikan status desa tersebut di tahun 2021. Angka IDM Kabupaten Kuantan Singingi di tahun ini cukup menjadi modal besar dalam harapan perencanaan di tahun 2021. Dimana melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Din Sos PMD) Kabupaten Kuantan Singingi, capaian prestasi tahun ini akan ditingkatkan lagi dengan bertambahnya desa maju dan desa mandiri, Desa yang berhasil menjadi desa mandiri akan diberikan Reward. jelas Nafisman.
“Selisih nilainya kecil sekali dan mendekati adanya peningkatan, dimana tahun depan adnya peningkatan lebih signifikan lagi. Jadi kita optimis bisa wujudkan target tersebut,” ujarnya.

Pemutakhiran IDM 2020 Kab. Kuansing di Sahkan. Pengukuran Pemutakhiran Data Indeks Desa Membangunan (IDM) tahun 2020 sebayak 218 desa di kabupaten Kuantan Singingi, yang ditandai degan ditandatangani Dokumen oleh Plt. Kadis Dinsos PMD, Drs. Nafisman dan Ka. BAPPEDA LITBANG Kaupaten Kuantan Singingi, Ir. Maisir serta KoorKab. Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kab. Kuantan Singingi Aprilis Delianto, SE.

Pada Kesempatan yang sama di jelaskan oleh, Parmadi. Hr sebagai Tenaga Ahli (TA.) Kabupaten, dibidang Pelayanan Sosial Dasar (PSD) P3MD, yang secara langsung bertangungjawab dalam mengkoordinir para pendamping Profesioanal se Kabupaten Kuantan Singingi, baik di kecamatan dan tim PLD di desa yang mengumpulkan data-data dimasing-masing Desa dampingannya , dengan tekun dan telaten mendampingi serta mengkawal langsung penginfutan data-data sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

Dinsos PMD dan Tim Tenaga Ahli, juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada para Kepala Desa, Sekdes, aparatur desa, serta stakeholder lainya, terkait data-data Kesahatan para Bidan Desa, Tenaga Pendidik, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat desa lainnya, yg tak dapat di sebutkan satu persatu sebagai partisipan informan dalam memenuhi dan mensukseskan Pemutakhiran pengukuran Data IDM tahun 2020 ini.

Ucapan terimakasih juga buat para Camat, Kasi PMD Kecamatan se Kabupaten yg memberikan suporting dan arahan di setiap Kecamatan.
Ditemui dikesempatan Berbeda Ka. BAPPEDA LITBANG Kapaten Kuantan Singingi, Ir. Maisir menyampaikan, secara umum Pedoman Indeks Desa Membangun (IDM) akan menjadi panduan Kabupaten dan Desa dalam memanfaatkan data dan informasi Indeks Desa Membangun sebagai salah satu basis dalam proses membuat keputusan perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi pembangunan Desa.

Parmadi. Hr ; Tenaga Ahli (TA) Kabupaten, Bidang Pelayanan Sosial Dasar (PSD).