Kajian Uncategorized

KETUM SAHABAT DESA NUSANTARA : PILKADA SERENTAK ADALAH MOMENTUM KEBANGKITAN DESA

 

Jakarta – Pilkada Serentak akan diselenggarakan kembali pada tahun 2020 mendatang. Ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak ini.

“Tahun 2020 Pilkada akan diikuti 270 daerah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Pilkada serentak 2020 merupakan Pilkada serentak gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan Desember 2015.

Bahtiar menjelaskan, ke-270 daerah itu rinciannya adalah 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pilkada Serentak 2020 seharusnya diikuti 269 daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar diulang pelaksanaannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Sahabat Desa Nusantara Ahmad Yani Budi Santoso yang akrab disapa Yani menyampaikan pendapatnya, “pilkada 2020 harus benar-benar dilihat sebagai pesta demokrasi di daerah, diselenggarakan secara damai dengan adu visi dan misi bukan dengan adu finansial atau money politik, sehingga jangan sampai berlaku hukum rimba siapa kuat dia dapat secara finansial, namun momentum pilkada ini masyarakat harus pintar dalam memilih pemimpin 5 tahun ke depan”, terangnya.

Selain itu Yani juga menyampaikan sehubungan dengan lembaga yang dipimpinnya, diharapkan pengurus Sahabat Desa Nusantara di seluruh daerah untuk bersikap netral, namun jika secara personal ingin mendukung paslon tertentu, disilakan sepanjang tidak membawa nama lembaga. Imbuhnya

Selain itu, Pria asal malang tersebut juga berpesan kepada masyarakat desa, bahwa untuk memilih pemimpin tentu harus yang pro desa, berpihak kepada masyarakat desa, hal itu bisa dilihat dari paparan visi misi masing-masing calon kepala daerah, misalnya program-program yg dijabarkan dari visi dan misi harus benar-benar menyentuh langsung terhadap masyarakat desa, jumlah masyarakat yang tinggal di desa saat ini lebih dari 65% jumlah penduduk Indonesia, itu artinya masyarakat desa masih lebih dominan di negara kita, tentu tanpa mengesampingkan masyarakat yang tinggal di kota.

“Momentum Pilkada adalah momentum kebangkitan desa, memilih pemimpin yang berpihak dan mengerti kondisi desa adalah solusi menuju 5 tahun percepatan Desa Maju dan Mandiri masyarakat Sejahtera, karena jika desa bangkit daerah juga bangkit, jika desa-desa maju daerah juga pasti maju”. Tutupnya